Tampilkan postingan dengan label BENGKULU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENGKULU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Desa Karang Suci Tanah Kelahiranku





Desa Karang Suci terletak di dalam wilayah Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Taba Tembilang Kecamatan Arga Makmur. - Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Lubuk Saung Kecamatan Arga Makmur. - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur. - Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Purwodadi Kecamatan Arga Makmur. Luas wilayah Desa Karang Suci adalah 120 Ha dimana 90% berupa daratan yang bertopografi berbukit-bukit, dan 10 % daratan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk persawahan tadah hujan. Iklim Desa Karang Suci, sebagaimana Desa-Desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan pertanian yang ada di Desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur.

Keadaan Sosial

Penduduk Desa Karang Suci berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya yang paling dominan berasal dari Provinsi, Jawa Tengah, Bengkulu Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Sehingga tradisi-tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong royong dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Desa Karang Suci dan hal tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan-benturan antar kelompok masyarakat.

Keadaan Ekonomi

Kondisi ekonomi masyarakat Desa Karang Suci secara kasat mata terlihat jelas perbedaannya antara Rumah Tangga yang berkategori miskin, sangat miskin, sedang dan kaya. Hal ini disebabkan karena mata pencahariannya di sektor-sektor usaha yang berbeda-beda pula, sebagian besar di sektor non formal seperti buruh bangunan, dan sebagian kecil di sektor formal seperti PNS pemda, Honorer, guru, tenaga medis, TNI/Polri, dll.

KONDISI PEMERINTAH DESA

Pembagian Wilayah Desa Pembagian wilayah Desa Karang Suci dibagi menjadi 3 (tiga) dusun, dan masing-masing dusun membawahi beberapa wilayah RT diantaranya Dusun I membawahi 3 RT, Dusun II Membawahi 3 RT, Dusun III membawahi 4 RT, sementara pusat Desa berada di dusun II (dua), setiap dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun.

Jumat, 29 April 2011

Wisata Kuliner Bengkulu


PUSAT JAJAN 
Bingung mau bersantap malam apa di Bengkulu? Pergilah ke Pasar Minggu, di Jl. K.Z. Abidin. Di sini Anda bisa me­nemukan segala jenis makanan. Meski cuma di gerobak atau tenda, toh, dari segi rasa cukup enak. Tak kurang dari bakso, sate ayam, sate pa­dang, nasi go­reng, martabak, tekwan, es cin­cau, dan masakan padang, bisa Anda temukan di situ.

Lokasi ini sudah dibuka sejak tahun 1990. Saat itu tentu saja hanya sedikit pedagang yang berjualan. Lama-kelamaan makin banyak pedagang beroperasi di sana hingga jenis makanannya pun makin variatif.

Pusat jajan ini mulai buka pukul 19.00 dan baru tutup pukul 22.00. Pada hari Minggu malah baru tutup pukul 24.00. Pusat jajan seperti ini tak cuma satu di Bengkulu. Di depan Tugu Thomas Park, di daerah Pasar Baru Koto pun ada pusat jajan serupa. Makanan yang dijual boleh dibilang mirip dengan yang dijual di Pasar Minggu. Tetapi jangan coba-coba berkunjung ke sini di atas pukul 9 malam, pusat jajan ini tutup lebih awal dari pusat jajan di Pasar Minggu. 

TEKWAN & KUE DORAEMON 
Tak usah heran kalau di Bengkulu pun banyak penjual tekwan. Maklumlah kota ini relatif tidak jauh dari Palembang. Salah satu penjual tekwan di Bengkulu ada di Jl. May. Jen. Suprapto. Pak Puna, sang penjual telah berjualan tekwan selama lebih 10 tahun.

Kedainya buka sejak pukul 17.00 dan sudah tutup sejak pukul 20.00. Anda yang ingin mencicipi tekwan buatannya sebaiknya mampir sebelum pukul 20.00. Karena Puna cuma menyediakan 65 mangkok sehari. Untuk mencicipi sup bening berisi bakso ikan, soun, bengkuang, dan jamur kuping ini, Anda hanya dengan mengeluarkan Rp 2500. 

Berdekatan dengan penjual tekwan, Anda dapat mencicipi kue Doraemon. Bentuknya bulat, diameter 5 cm. Warnanya hijau, Rasanya mirip bolu, begitu juga bahannya persis seperti bolu. Harganya cuma Rp. 300. Saparudin, sang penjual, baru 4 tahun berjualan di sana. Tetapi kuenya sudah punya banyak penggemar. Buktinya, dalam sehari ia menghabiskan 12 kilogram.

LEMANG

Lemang juga termasuk makanan yang mudah dicari di Bengkulu. Rohana adalah salah satu penjual lemang yang cukup kondang di kota ini. Ia sudah 8 tahun berjualan lemang di sekitar Pasar Panorama, dekat Pasar Minggu. "Dulu harganya cuma Rp 100 tiap potongnya," kisahnya.
Lemang Rohana me­mang bisa dibeli secara potongan. Kini tentu saja harga tersebut sudah tidak mungkin diterapkan lagi. Rohana memasang harga Rp 500 sedang untuk lemang potongan. Sementara lemang yang utuh, kira-kira sepanjang 20 cm, yang dulu harganya hanya Rp 1.500, kini dijual dengan harga Rp 6.000. 

Rohana tidak berjualan setiap hari. Ia hanya berjualan seminggu 2 kali. "Sulit berjualan lemang setiap hari karena orang Bengkulu biasanya cuma beli lemang saat puasa," keluhnya. 

GELAMAI

Namanya cukup asing bagi ma­syarakat di luar Bengkulu. Tetapi sebetulnya gelamai tak beda dengan dodol. Ny. Ainun mengaku ibunya, Hj. Mariana, sebagai penjual gelamai yang pertama di Bengkulu. Ia menggelar dagangannya di depan Masjid Akbar sejak tahun 1970.

Gelamai buatan Mariana yang kini sudah almarhum itu lebih dikenal sebagai gelamai Andung Bon, sesuai nama panggilan Mariana. Kini usahanya diteruskan oleh kedua anaknya Ainun dan Hayatan. Gelamai Andung Bon terkenal karena rasanya berbeda dengan gelamai pada umumnya. "Karena kami betul-betul menjaga kualitas pembuatannya," kata Dinda, salah seorang cucu Andung bon. Gelamai Andung Bon, jelas Dinda dibuat selama 8 jam. "Itulah rahasianya. Kurang dari itu, gelamai yang dihasilkan akan lebih lengket dan cepat kadaluarsa," papar Dinda membuka rahasianya. 

Karena itulah gelamai Andung Bon bisa bertahan hingga satu bulan. Karena bisa bertahan lama, Ainun dan Hayatan tidak membuat gelamai setiap hari kecuali menjelang Lebaran. Selebihnya mereka hanya melayani pesannya. Harga gelamainya dijual Rp 20.000 setiap kg.

IKAN PAIS

Berkunjung ke Bengkulu, jangan pulang dulu sebelum mencicipi ikan pais. Ini adalah ikan pepes khas Bengkulu yang dibuat dari ikan gebu dan ikan buli. Rasanya segar dan mengundang selera. Apalagi disantap bersama nasi panas.

Untuk mendapatkannya Anda bisa mencarinya di pasar tradisional. Ada juga pedagang ikan pais yang berjualan secara berkeliling. Salah satunya adalah Bpk. Idris. Ia telah menjajakan dagangannya lebih dari 25 tahun. Penjual yang lebih dikenal dengan panggilan wan Juray ini mengaku mulai menjual ikan paisnya Rp 125 per bungkus. "Sekarang harganya telah mencapai Rp 2.000 tiap bungkus." 
Wan Juray sudah berjualan sejak pukul 05.30 sampai habis kira kira pukul 08.30. Karena sudah banyak pelanggannya, Wan Juray tidak perlu lagi repot-repot memikul sampai ke pasar. Dia cuma berjualan di sekitar Jl. M ASAN dan Jl. Al Jairin, rute itu merupakan rute sehari-hari Wan Juray. Malah terkadang sampai di Jl. M ASAN pun, pikulannya sudah kosong. Begitu terkenalnya ikan pais Wan Juray, hingga orang-orang yang takut kehabisan lebih suka datang langsung ke rumahnya di Jl. Kibuat Teratai Tiga untuk untuk membeli atau memesan. 

Dengan dibantu istri dan 3 anaknya, Wan Juray bisa membuat 50-70 bungkus ikan pais dalam sehari dan menghabiskan bahan baku sekitar 5 kilogram ikan laut yang digiling halus. Ia sengaja memilih ikan buli dan ikan gebu karena kedua ikan tersebut, menurut wan juray tidak terlalu amis. 

Kadang saat pesanannya melimpah, "Saya harus menyediakan 250 bungkus ikan. Nah, saat itu saya harus membeli 15 - 20 ekor ikan," katanya. Begitu larisnya dagangan Wan Juray, tak heran dalam sehari ia bisa memperoleh uang Rp 100 sampai Rp 150 ribu. 

Keistimewaaan ikan pais buatannya terletak pada bumbu. "Selain itu waktu mengukusnya pun harus lama. Tidak boleh kurang dari 5 jam supaya racun yang ada pada daun keladinya hilang." 

EMPING MLINJO

Emping mlinjo juga termasuk makanan yang banyak dijual orang di Bengkulu. Coba saja Anda pergi ke Jl. Soekarno, tepatnya di Jl. Pantai Nala 142, Anggut Bawah. Ny. Khamsia, salah satu penjual, sudah mulai menggeluti emping mlinjo sejak tahun 1984. Konon ia yang pertama membuat emping ini di daerah Anggut Bawah.

Usaha pertamanya sudah melibatkan 15 orang pembantu. Lama- kelamaan para pegawainya mulai membuka sendiri usaha pembuatan emping melinjo sampai akhirnya ada 5 kelompok pembuat emping mlinjo di Anggut Bawah. Sehari Khamsia bisa menghabiskan biji mlinjo sekitar 20 cupak (1 satu cupaknya = 1/2 liter, Red.) atau 10 liter dalam sehari. Pernah, dengan dibantu pembuat emping yang lain, Khamsia membuat 200 cupak mlinjo. 

Emping yang dibuat ada dua macam bentuk, kotak-kotak untuk yang dijual per ikat dan bulat-bulat untuk yang dijual per kilogram. Harga per 10 ikatnya, Rp. 5.000. Harga ini untuk penjualan ke pedagang. Satu ikan emping berisi 10 keping. Sedang harga per kilogram mencapai Rp 25.000. 


PERUT PUNAI

Ny. Jasmani dengan dibantu ke­dua anaknya telah membuat perut punai selama 15 tahun, tepatnya tahun 1985. Setiap hari ia mem­buat perut punai untuk pesanan para pedagang di sekitar jalan Soekarno atau para pemesan yang membeli hanya untuk sekadar oleh-oleh. Perut punai berbentuk bulat pipih terbuat dari tepung ketan yang dicampur gula merah lalu digoreng. Rasanya keras dan manis.

Dalam sehari, Jasmani biasa menghabiskan tepung ketan sebanyak 7 kilogram. Satu kilogram tepung ketan bisa menghasilkan 13 kotak perut punai. Harga tiap kotak adalah Rp. 3.000.

Bila libur sekolah tiba, pesanan Jasmani semakin banyak, terkadang sampai tidak tertangani. "Saat libur sekolah, saya bisa menghabiskan 15-20 kilogram tepung beras," jelasnya.

LOTEK

Lotek Bengkulu hampir sama dengan karedok orang Jakarta atau orang Bandung. Kendati bukan makanan khas Bengkulu, toh, lotek merupakan salah satu masakan kegemaran masyarakat Bengkulu. Ada satu warung penjual lotek yang selalu ramai. Apalagi sewaktu makan siang. Warung lotek itu dimiliki oleh Ny. Nuraini.

Nuraini telah berjualan lotek semenjak tahun 1975. Awlalnya dagangannya dijajakan dengan menggunakan gerobak secara berkeliling di sekitar Jl. S. Parman, baru akhirnya pada tahun 1984, Nuraini mulai mempunyai warung makan lotek yang selalu ramai pengunjung.

Kedai lotek Nuraini buka dari pukul 06.30 sampai pukul 13.00 malah terkadang sebelum pukul 12.00, loteknya sudah habis terjual. Dalam sehari warung ini melayani sekitar 200-250 porsi. Harga per porsinya Rp 2.000. Sering juga loteknya dipesan untuk acara pesta perkawinan. 

KEDAI MASAKAN KHAS BENGKULU

Masakan khas bengkulu cukup banyak jenisnya namun jarang yang membuat khusus untuk dijual. Tetapi di sekitar jalan Enggano,kita dapat menemukan satu kedai makan yang memang khusus menjual aneka masakaan khas Bengkulu. Nama kedai tersebut Bufet Shopia, sesuai dengan nama pemiliknya. 

Sebetul­nya sudah lama Shopia berjualan makanan khas Bengkulu. Cuma saja sekadar bila ada pesanan. Lama-kelamaan terpikir oleh Shopia untuk membuka kedai makan. Maka 5 tahun lalu ia pun mulai membuka kedai makannya. 

Usaha kedai makanan khas Bengkulu ini tak cuma ia buka di Bengkulu. Pernah juga Shopia mencoba membuka kedai serupa di Brunai karena suaminya bekerja di sana. "Tetapi terpaksa ditutup karena orang sana tampaknya tidak menyukai masakan kita," keluhnya.

Para pelanggan Shopia terdiri dari berbagai kalangan karena harganya terhitung murah. Salah satu pelanggan setianya adalah ketua DPRD Bengkulu. "Hampir setiap hari beliau makan di sini," ujar Shopia bangga. 

Di kedainya kita bisa menemukan antara lain nasi santan. Hidangan ini agak unik. Beras direndam dulu semalaman lalu dikukus sampai matang keesokan paginya. Setelah itu baru diaron dengan santan kental. Selain itu Anda juga bisa mencicipi rebung asam, yakni rebung yang direndam dalam air cucian beras dan dimasak seperti memasak asam pedas. Ada juga kelio lokan (kalio kerang), bagar hiu (gulai potongan ikan hiu). Khusus untuk bagar hiu, Shopia cuma menggunakan hiu punai, hiu tandung, dan hiu kio-kio. "Hiu jenis itu tidak amis," katanya. 

Dalam sehari Shopia bisa menghabiskan ikan hiu sekitar 4 kilogram. Sedang untuk kelio lokan, ia menggunakan 3 kilogram kerang. Satu piring bagar hiu, Shopia menjualnya seharga Rp 4.500. Sehingga penghasilannya pun sehari bisa mencapai Rp 600 ribu. Untuk mendapatkan penghasilan setinggi itu, tentu saja mutu adalah hal yang utama. "Motto saya, kalau sudah selidah, kita harus pertahankan," tegasnya. 

OLEH-OLEH KHAS BENGKULU 

Mau cari oleh-oleh? Jl. Soekarno Hatta-lah tempatnya. Sederetan penjual jajanan khas untuk oleh-oleh Bengkulu dan sekitarnya siap melayani keinginan Anda. Mulai dari lempuk, emping, perut punai, kue siput, lumpuing, gelamai, sampai kopi.

Lempuk durian termasuk oleh-oleh yang paling laris. Harga 1 kilogram lempuk Rp 35 ribu. Ini untuk kualitas durian super. Sementara untuk kualitas durian biasa Rp 25 ribu. Bila Anda tak suka lempuk, Anda bisa memilih emping. Harganya rata-rata Rp 6.000 untuk setiap 10 ikatnya atau Rp 27-30 ribu per kilogram.Sedang perut punai dijual dengan harga Rp 4.000perkotak.



Sejarah dan Tempat Wisata Bengkulu


Bengkulu

Bengkulu (bahasa Belanda: Benkoelen atau Bengkulen, Bahasa Inggris : Bencoolen, Bahasa Malaysia: Bangkahulu) bagian barat daya pulau Sumatera adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung.

Asal-usul nama

Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawa kata bang yang berarti "pesisir" dan kulon yang berarti "barat", kemudian terjadi pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu.
Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi peristiwa gempa bumi besar yang diiringi Tsunami yang membuat wilayah geografis Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitar tahun 1700-1800. Kejadian itu sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapa tahun dikosongkan.

Sejarah

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.
Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris "Cut Land" yang berarti tanah patah wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1713, dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung). Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pendukung kemerdekaan, termasuk Sukarno. Di masa inilah Sukarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi isterinya.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi provinsi ke-26 (termuda sebelum Timor Timur).

Seni dan budaya

Tiga wanita Belanda berpakaian sarong kebaya jalan-jalan di depan Fort Marlborough (awal abad ke-20).
Bengkulu memiliki kerajinan tradisional batik besurek, yakni kain batik yang dihiasi huruf-huruf Arab gundul.
Tarian tradisionalnya antara lain:
  • Tari Tombak Kerbau.
  • Tari Putri Gading Cempaka.
  • Tari Sekapur Sirih.
  • Tari Pukek.
  • Tari Andung
  • Tari Kejai.
Seni musiknya adalah:
  • Geritan, yaitu cerita sambil berlagu.
  • Serambeak, yang berupa patatah-petitih.
  • Andi-andi, yaitu seni sastra yang berupa nasihat.

Obyek wisata

Wisata alam

  1. Pantai Panjang

Lokasi pantai Panjang sekitar 3 km dari kota Bengkulu. Sekitar 7 km panjang pantai dengan 50 meter lebar dari jalan raya. Banyak transportasi umum yang menuju ataupun pergi dari Pantai Panjang. Pohon Cemara yang rindang menghiasi sepanjang pantai. Hotel dan restoran juga banyak terdapat disana. Pantai ini juga memiliki fasilitas area parkir, kolam renang, cottage dan lainnya yang mendukung wisata disana.
  1. Pantai Pasir Putih
Pantai ini terletak dekat pelabuhan samudra Pulau Baii. Jarak sekitar 19 km dari pusat koa Bengkulu. Kondisi jalan menuju kesana sangat baik. Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan roda empat jenis apapun. Kondisi pantai sangat bersih dengan pasir pantainya yang putih dan pohon cemara yang tumbuh disekitarnya.
  1. Pulau Tikus
Pulau ini terdiri dari satu pulau induk dan beberapa pulau-pulau kecil lainnya yang mengitari dan dengan karang-karang yang indah. Pulau tikus sangat cocok untuk wisata laut. Pulau ini dapat dicapai sekitar 1 jam dari kota Bengkulu dengan menggunakan kapal boat.
  1. Danau Dendam Tak Sudah

Danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil, dengan bukit barisan sebagai latar belakangnya. Jaraknya sekitar 8 km dari pusat kota Bengkulu. Anggrek air Vanda Hookeriana tumbuh sepanjang danau. Ketika musim bunga anggrek tersebut membuat danau menjadi indah dan lebih sejuk.
  1. Tapak Padri dan Pantai Jakat
Terletak sangat dekat dengan benteng marlborough dengan pemandangan laut yang indah. Tapak Padri dataran yang cukup tinggi sehingga kita dapat melihat matahari terbenam. Masyarakat sering berkunjung ketempat ini pada sorehari untuk melihat sunset.
  1. Taman Hutan Hujan Tropis (Tahura)
Lokasinya sekitar 16 km dari pusat kota Bengkulu yang dapat dicapai oleh berbagai jenis kendaraan roda empat. Tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk area observasi dan temopat kemah dengan keadaan alam yang indah.

Wisata budaya dan peninggalan sejarah

1. Benteng Marlborough

Benteng Marlborough dibangun oleh perusahaan india timur dibawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. The fort constitutes the strong fort, Benteng Marlborough berdiri mengahadap selatan dan memiliki luas 44,100 meter persegi. Benteng ini mempunyai bentuk bangunan abad 18, menyerupai kura-kura. Pintu utamanya dikelilingi parit yang luas dan dapat dilalui oleh jembatan. Menurut masyarakat sekiotar di benteng itu juga terdapat pintu keluar bawah tanah yang dulu digunakan pada waktu perang.

2. Rumah Pengasingan Bung Karno

Pada jaman koloni Belanda(1939-1942), Soekarno (Yang kemudian menjadi Presiden RI yang pertama) pernah diasingkan di Bengkulu. Selama dalam pengasingan Soekarno tinggal di rumah yang beralamat di Anggut Atas dan sekarang dikenal dengan jalan Soekarno-Hatta. Beberapa peralatan, sepeda, perpustakaan buku-buku, dan yang lainnya yang pernah dimiliki oleh soekarno disimpan di dalam rumah ini. Selama tinggal di Bengkulu, Soekarno mendesain masjid, yang sekarang dikenal dengan Masjid Jamik (Jamik Mosque).

3. Parr and Hamilton Monuments

Parr Monuments terletak di depan Pasar Barukoto diseberang benteng Marlborough, sedangkan Hamilton Monuments terletak di Jalan Soekarno-Hatta. Monument ini dibangun oleh Inggris untuk memperingati kekalahan mereka di Bengkulu.

4. Museum Provinsi Bengkulu

Museum Bengkulu terletak di bagian selatan dari jalan utama kota Bengkulu, yaitu di jalan Pembangunan. Disini kita dapat melihat berbagai macam benda benda bersejarah. dan juga baju batik buatan Bengkulu yang dinamakan kain Besurek.

5. Rejang Lebong
Air Panas dan Air Terjun Suban. Terletak 6 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal dan terdapat air panas serta dua air terjun. oleh pemerintah dibangun berbagai macam fasilitas umum untuk menunjang pariwisata di sana.

6. Danau Pematang
Terletak 16 km dari Curup dan dapat dicapai dengan mudah dengan transportasi umum. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan. Bukit Kabal Terletak 19 km dari Curup dengan jalan aspal yang menghubungkannya. Dengan tinggi sekitar 1,936 m diatas permukaan laut dengan keindahan alam yang menakjubkan.

7. Danau Tes
Terletak 51 km dari Curup di Kecamatan Lebong Selatan, Danau ini adalah danu terbesar di provinsi Bengkulu dengan jarak 3 km. dan digunakan juga sebagai pembangkit listrik tenaga air. Tempat ini juga biasanya sebagai tempat peristirahatan bagi turis untuk melihat panorama yang indah dan matahari terbenam.

8. Kolam Renang Tabarena
Terletak 4 km dari Curup yang dihubungkan oleh jalan aspal. Tabarena adalah kolam renang alam yang berada di sungai dengan airnya yang bersih dan dingin.

9. Air Terjun Kepala Curup
Terletak 29 km dari Curup dengan tinggi 100 meter dengan airnya yang segar dan sering dikunjungi oleh wisatawan.

10. Sungai Air Putih
Terletak di Tambang Sawah, sekitar 15 km dari Muara Aman atau 80 km dari Curup, sungainya terdiri dari air panas dan air dingin.

11. Makam Sentot Alibasyah
Terletak di Desa Bajak, Kecamatan Teluk Segara, Bengkulu. Sentot Alibasyah merupakan salah satu Panglima Pangeran Dipenegoro yang dikirim ke Bonjol sewaktu Perang Padri.
12. Air Terjun Sembilan Tingkat
 

Obyek wisata andalan

1. Bunga Raflessia Arnoldy

Semasa Pemerintahan Inggris, Bunga ini ditemukan pertamakali oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi pada tahun 1818. Bunga ini adalah bunga terbesar di dunia dengan diameter 100 cm. Bunga ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan untuk tumbuh dan 15 hari setelah itu untuk berbunga. Keunikan dari bunga ini adalah tidak adanya akar, daun dan batang. Tumbuhan ini termasuk parasit kerena tidak adanya klorofil dan haustoria. Bunga ini sering tumbuh dan ditemukan di Taba Penanjung I dan Taba Penanjung III (Bengkulu Tengah), daerah di wilayah kabupaten Kepahiang, dan daerah di wilayah kabupaten Rejang Lebong.

2. Bunga Kibut (Amorphopalus Titanuum)
Bunga ini sangat menarik dan cantik. Tidak memiliki batang dengan tetapi memiliki bunga yang tinggi sekitar 3 m dan kuat. Bunga ini tumbuh di sekitar Rejang Lebong mengelilingi Kepahiang, Bengkulu Utara, and Bengkulu Selatan.

3. Anggrek air Vanda Hookeriana
Berdasarkan ahli tanaman yang datang ke Bengkulu, anggrek air inihjanya terdapat di Danau Dendam Tak Sudah yang terletak sekitar 5 km dari kota Bengkulu. Beberapa macam anggrek liar dan alami lainnya dapat pula ditemukan di provinsi Bengkulu.

4. Berbagai macam kekayaan hutan yang dapat ditemukan di Bengkulu seperti Kayu Medang, Meranti, Rattan, Damar. Tanaman lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakat adalah Minyak sawit, getah karet, kopi, durians, jeruk, sayuran ,dan lainnya.

5. Fauna : Beberapa macam hewan seperti macan, kijang, gajah, monyet, rangkong adalah hewan yang menempati hutan di provinsi Bengkulu.

6. Upacara Tabot

Tabot adalah upacara tradisional tentang kepahlawanan Hasan dan Husen, Mereka Mati dalam peperangan melawan orang-orang Yazid. Perayaan pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo) Menikah dengan wanita Bengkulu kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot. upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 muharram (berdasar kalendar islam)setiap tahun.

7. Upacara Lainnya yang mengiringi Tabot
Upacara Mengambil Tanah, dilakukan dari 1 sampai 4 Muharram. Duduk Penjah, 5 Muharram. Menjara, 5 sampai 6 of Muharram. Anak Jari-Jari dan Sorban, 7 sampai 8 Muharram. Arak Gedang, 9 Muharram. Pembuangan Tabot, 10 Muharram.

8. Taman Laut

Taman ini terletak sekitar pulau Enggano.

9. Taman Nasional
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Terletak di Kecamatan Seblat sekitar 100 km dari kota Bengkulu. Taman Nasional lainnya terletak di Selatan Kaur, 80 km dari Manna. Taman ini merupakan bagian dari Taman Nasional Sumatera Selatan(TNSS I). Berbagai macam hewan dapat dijumpai di sana.

10. Taman Berburu
Gunung Nanu'ua, hutan yang masih alami yang terletak di pulau Enggano.Hewan yang dapat diburu adalah : banteng liar, bore (babi liar), kijang, monyet, dan beberapa lainnya. Semidang Bukit Kaba, terletak di Taba Penanjung dengan luas area 15,300 ha.

11. Elephant Training Center (ETC) di Seblat

Terletak di sebelah sungai Seblat, Putri Hijau, Bengkulu utara. Tempat latihan ini adalah salah satu dari tempat latihan yang ada di Indonesia(Way Kambas ETC, Lampung; Lhokseumawe ETC, Aceh; Sebangau ETC, Riau; Sebokor ETC, Sumatera Selatan). Untuk mencapai kesini dapat menggunakan kendaraan roda empat. terletak 132 km dari Bengkulu atau sekitar 3 jam perjalanan. Kita dapat melalui : Simpang Air Muring ke Desa Suka Maju, kemudian berjalan kaki sekitar 5 km. Dan Simpang Desa, Kota Bani, Suka Merindu, dan Suka Baru. Sayang sekali, jalur ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Senin, 25 Januari 2010

Pantai Lais

Pantai Lais

Pulau Enggano

Kawasan perairan pulau Enggano.Dimana temapt ini pernah menjadi pusat gempa dahsyat yang mengguncang provinsi Bengkulu dan sekitarnya, dengan kekuatan 7,3 SR.

Minggu, 24 Januari 2010

Air Terjun Sembilan Tingkat

Air terjun sembilan tingkat adalah salah satu objek wisata yang terdapat di Bengkulu Utara.

Tugu Argamakmur

daerah sekitaran tugu juang Arga makmur B/U,dilokasi ini terdapat arena off road, univ. Ratu Samban, Kantor bupati dan alin sebagainya.+ 2 KM dari daerah ini terdapat obyek wisata yang sangat sejuk dan nyaman yaitu kemumu dan palak siring dan hamparan sawah yang megah.

Sabtu, 23 Januari 2010

BENGKULU UTARA

Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten ini memilki luas wilayah 9.585,24 km2 dan populasi 23.000 jiwa (setelah pemekaran kabupaten bengkulu tengah). Ibu kotanya adalah Arga Makmur. Wilayah Bengkulu Utara yang mencakup pulau Enggano merupakan kabupaten paling luas di provinsi Bengkulu.

Sumber daya alam
Tanah Bengkulu Utara subur dan cocok untuk perkebunan. kelapa sawit, kakao, karet, dan kopi adalah andalankabupaten ini, selain pernah menjadi tempat pendulangan emas oleh bangsa Inggris. Mendulang emas hingga kini masih dilakukan dengan cara tradisional. komoditi kayu gelondongan dan rotan juga dihasilkan oleh bengkulu utara.

Penduduk
Pribumi kabupaten Bengkulu  Utara adalah suku rejang. Suku bangsa Pendatang adalah jawa, bali, minang, sunda, dan batak. Program transmigrasi rutin diberlakukan sejak gunung agung di bali meletus pada tahun 1963

Pariwisata
Bengkulu Utara memiliki banyak tempat wisata alam dan budaya, diantaranya Tapak Balai di Palik, Batu Layang, Pantai kota agung, sungai suci,makam panglima ratu samban, tebing kaning, sawah kemumu, dan palak siring yang merupakan salah satu habitat bunga Rafflesia.

dan masih banyak hal yang belum disampaikan...kunjungi web nya (http://www.arga makmur.go.id) langsung atau langsung datang kedaerahnya...he...he........